gravatar

power 90

Power 90
Output Transformerless Power Generator

.



Power 90 dapat mengeluarkan daya listrik secara kontinu sebesar 90 watt, dengan tegangan masukan dari PLN yang bervariasi diantara 200V sampai 230V. Target aplikasi dari Power 90 adalah untuk pemakaian pada front end, seperti CD Player, DVD Player, DAC, Surround Processor, Preamplifier, X-Over Active, atau aplikasi lain selama total daya yang dibutuhkan tidak melebihi 90 watt.

Bagi anda yang berkecimpung di bidang studio rekaman, barangkali Power 90 juga bisa digunakan untuk peralatan seperti Mixer, Microphone preamp, Hard Disc recorder, Digital Audio Workstation dll.

Begitu juga bagi anda yang berkecimpung di bidang Fotografi, barangkali Power 90 bisa membantu scanner anda untuk agar bisa menampilkan gambar yang lebih akurat, dengan memberikan supply listrik bersih pada lampu scanner anda.

Blok diagram Power 90

.




Seperti yang terlihat pada Blok diagram Power 90 di atas, sinyal penggerak dari Power 90 dihasilkan oleh Osilator yang menghasilkan frekuensi 50Hz, 60hz atau frekuensi lain sesuai permintaan. Agar supaya sinyal keluaran dari osilator benar benar bersih maka sinyal ini dilewatkan pada Low Pass Filter (LPF). High Voltage Power Amplifier (HVPA) pada Power 90 adalah dua buah power amplifier yang mampu mengeluarkan tegangan tinggi secara langsung, dan kedua amplifier ini bekerja dalam mode bridge. Masing masing HVPA tsb mengeluarkan tegangan 110V dan berbeda fasa 180 derajat, sehingga tegangan keluaran total dari kedua amplifier tsb ialah 220V. Agar supaya bisa menggerakan kedua HVPA, maka sinyal keluaran dari LPF terlebih dulu harus diumpankan ke Phase Splitter dengan tujuan agar dapat menghasilkan dua buah sinyal yang besarnya sama namun berbeda fasa tepat 180 derajat.
"Power 90 tidak membutuhkan step up transformer karena HVPA sudah mampu menghasilkan secara langsung tegangan 220V, dan hal inilah yang membedakan Power 90 dengan produk sejenis lainnya"



Keunggulan thd produk sejenis

.


Pada gambar di atas dapat anda lihat blok diagram power generator merek lain, terlihat dengan jelas ada tiga buah perbedaan mendasar
yaitu :

1. Penggunaan DSP Oscillator
Pada dasarnya Osilator jenis ini terdiri dari ROM yang berisi data data digital yang menyimpan gelombang sinus dalam format
digital diikuti oleh DAC yang berfungsi untuk menkonversikan data digital tsb menjadi sinyal analog penggerak Audio Power Amplifier. Osilator jenis ini memiliki noise yang tidak serendah Analog Osilator. Karena gelombang sinus diperoleh bukan
diperoleh dari proses pengisian dan pengosongan kapasitor, melainkan dari data data digital berbentuk pulsa yang dikonversikan
menjadi sinyal analog .


2. Penggunaan Audio Power Amplifier sebagai penguat daya

Tegangan keluaran dari sebuah audio power amplifier paling maksimum adalah sekitar 60V, sehingga kalau audio power amplifier tsb
di bridge, maka audio power amplifier tsb hanya bisa menghasilkan tegangan sebesar 120V. Pada ahirnya mau tidak mau penggunaan
step transformer menjadi suatu hal yang tidak bisa dihindari agar supaya bisa dihasilkan tegangan 220V.

3. Penggunaan Step Up Transformer
Seperti yang telah dijelaskan di atas, karena audio power amplifier hanya bisa menghasilkan maksimum 120V dalam mode bridge, maka mau tidak mau penggunaan step up transformer tidak bisa terhindarkan akibatnya impedansi keluaran menjadi besar, dan efisiensi
berkurang.

Penggunaan Analog Osilator dan HVPA adalah dua hal yang khas, yang mampu membuat Power 90 mengungguli prouduk sejenisnya, HVPA adalah power amplfier yang mampu secara langsung menghasilkan tegangan keluaran AC bertegangan tinggi, modul HVPA dari Power 90 mampu menghasilkan tegangan AC sampai sebesar 180VAC (atau 360V dalam mode bridge), sehingga adalah lebih dari cukup jika HVPA hanya harus mengeluarkan tegangan AC sebesar 220V secara langsung tanpa menggunakan step up transformer seperti yang dilakukan pada produk sejenis lainnya.
Tanpa menggunakan step up transformer maka Power 90 memiliki tiga keunggulan dibandingkan produk sejenis.

1. Impedansi keluaran lebih rendah
Walau step up transformer dibuat dengan menggunakan kawat dari silver, impedansi keluaran dari rangkaian yang
menggunakan step-up transformer tsb tidak akan bisa lebih rendah daripada rangkaian yang tidak mengunakan trafo keluaran
(Output Transformerless) seperti Power 90, karena walau bagaimanapun juga silver dan inti besi dari trafo pasti memberikan
tambahan pada impedansi keluaran dari rangkaian yang menggunakannya

2. Efisiensi lebih tinggi
Seberapapun bagusnya inti besi dan kawat yang digunakan untuk membuat trafo output, pasti tetap saja akan ada daya yang akan
diserap oleh sebuah trafo ketika trafo tersebut melewatkan daya listrik yang diubah menjadi panas pada trafo. Pada power
generator yang masih menggunakan step up transformer maka serapan daya pada step up transformer akan membuat rangkaian power
amplifier dari power generator tersebut bekerja lebih keras sehingga panas yang terjangkit pada heatsink dari power generator tsb
akan lebih tinggi, akibatnya resiko kerusakan juga akan semakin besar

3. Total berat dan dimensi yang lebih rendah tanpa penggunaan step up transformer


P0WER 90 Vs Power Cord & Power Distributor

Dari pengamatan saya selama bekerja di Ultimate Audio, mengganti Power Cord dan Power Distributor adalah cara yang paling sering dipilih oleh Audiophille untuk memperbaiki kualitas suara dari systemnya, karena cara seperti ini memang paling mudah dan juga kalau pada ahirnya cara ini gagal, Power Cord atau Power Distributor yang tidak terpakai dapat digunakan untuk keperluan lain atau dapat juga dijual lagi melalui pedagang barang second.
Akan tetapi kalaupun berhasil, perbaikan yang bisa didapat dari memperbaiki system dengan mengganti Power Cord dan Power Distributor adalah sangat minimal, apalagi kalau diukur dari harga Power Cord dan Power Distributor yang harus dibeli.
Power Cord dan Power Distributor adalah peralatan listrik pasif yang tidak dapat berbuat banyak dalam membantu meningkatkan kualitas listrik yang disupply ke peralatan audio.
Yang bisa dilakukan oleh Power Cord dan Power Distributor adalah melakukan penyaringan noise pada listrik PLN yang akan disupply ke peralatan Audio. Proses penyaringan ini umumnya dilakukan dengan memakai komponen listrik pasif seperti resistor, inductor dan kapasitor yang berfungsi sebagai filter pasif.
Dalam proses penyaringan listrik secara pasif tsb, agar bisa didapat hasil yang maksimal maka impedansi dari rangkaian filter yang ada pada power cord/distributor haruslah benar benar matching dengan impedansi beban yang akan disambungkan pada rangkaian filter tersebut.
Crosover dan Speaker adalah dua hal yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara filter pada power
cord/ distributor dengan beban yang akan dihubungkan dengannya. Sebuah crossover pada system speaker yang sudah dirancang untuk speaker tertentu dengan impedansi tertentu, tentunya tidak akan bisa bekerja dengan baik kalau dihubungkan dengan speaker type lain yang impedansinya berbeda.

Cobalah anda bayangkan jika seandainya anda memiliki speaker merek Dynaudio yang juga menggunakan driver Dynaudio, kemudian anda ganti drivernya dengan driver merek JM Lab, apakah yang akan terjadi ? Pasti suaranya menjadi tidak karuan, karena Crossover dari Dynaudio tsb sudah dirancang untuk driver Dynaudio juga, sehingga tidak akan matching kalau driver dari speaker tersebut diganti dengan merek lain yang impedansinya berbeda. Hal serupa juga akan terjadi kalau anda memiliki Speaker JM Lab yang menggunakan driver JM Lab, anda ganti drivernya dengan driver dari Dynaudio.

Begitu pula dengan filter yang ada pada Power Cord/Distributor, sesungguhnya filter ini hanya bisa bekerja maksimal pada nilai beban tertentu, yang menjadi masalah adalah bagaimanakah kita melakukan proses matching antara filter tersebut dengan beban yang akan dihubungkan padannya, hal ini dikarenakan daya yang dibutuhkan oleh setiap peralatan audio baik CD Player, DAC, Preamplifier, Processor maupun Power Amplifier adalah berbeda beda untuk setiap merek dan tipe yang berbeda, sehingga sangatlah sulit untuk mencocokan daya yang diperlukan oleh peralatan audio dengan impedansi kerja dari filter pada Power Cord/Distributor.
Selain itu Power Cord/Distributor memberikan impedansi tambahan dari listrik PLN, jika dilihat dari peralatan audio, efek dari penambahan impedansi ini adalah berkurangya detail dan karakter dinamik dari peralatan, banyak pula yang rekan audiophille yang memakai istilah seperti ; suara menjadi lambat, loyo, kurang detail, tidak ada separasi, tidak dinamik, dan sebutan sebutan lainnya untuk mendeskripsikan keadaan tsb.

Power 90 bekerja dengan cara berbeda dengan filter karena pada Power 90 terjadi proses power regeneration yang menghasilkan gelombang listrik baru yang berbentuk gelombang sinus murni, dan juga karena Power 90 tidak menggunakan step up transformer maka impedansi keluaran dari Power 90 menjadi sangat rendah. Semakin rendah impedansi keluaran berarti juga suara menjadi lebih detail, separasi menjadi makin baik, karakter dinamik semakin gesit, dll.
Power 90 dapat dihubungkan dengan CD Player, DAC, Preamp atau Processor tanpa harus memperhitungkan matching tidaknya impedansi, selama total daya dari peralatan tersebut tidak melebihi 90 watt.


Alasan Ekonomis memilih Power 90 dibandingkan Power Cord/Distributor
Power Cord dan Power Distributor yang masuk dalam kategori High End dipasarkan dengan harga yang berkisar dari USD 500 sampai USD 6000,-. Power 90 ditawarkan dengan harga yang lebih murah dari harga tsb, kalau dilihat dari perananya tentu saja lebih ekonomis memilih Power 90, karena Power 90 dapat memberikan supply listrik hasil regenerasi yang benar benar baru, low noise dan impedansi keluaran dari Power 90 juga sangat rendah.


Spesifikasi

Daya Output

: 90 watt Continuous, Resistance Load

Frekuensi Keluaran

: 50Hz, 60 Hz, atau frekuensi lain sesuai permintaan

Dimensi

: 36 x 20 x 17 cm ( panjang x lebar x tinggi)

Berat

: 8.8 kg

Total Outlet

: 2 buah, US or Euro

Accesories

: Power Cord


Selengkapnya...

gravatar

jalan-jalan

Puncak Suroloyo, Meneropong Borobudur dari Pertapaan Sultan Agung

Matahari muncul dalam warna kemerahan kurang lebih pada pukul 5.00 WIB, menyembul di antara ranting pohon yang berwarna hijau. Sinarnya membuat langit terbagi dalam tiga warna utama, biru, jingga dan kuning. Serentak saat warna langit mulai terbagi, sekelompok burung berwarna hitam mulai meramaikan angkasa dan membuat suara serangga tanah yang semula kencang perlahan melirih.

Empat gunung besar di Pulau Jawa, yaitu Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sindoro menyembul di antara kabut putih. Ketebalan kabut putih itu tampak seperti ombak yang menenggelamkan daratan hingga yang tersisa hanya sawah yang membentuk susunan tapak siring dan pepohonan yang terletak di dataran yang lebih tinggi. Dari balik kabut putih itu pula, stupa puncak Candi Borobudur yang tampak berwarna hitam muncul di permukaan lautan kabut.

Itulah pemandangan yang bisa dilihat saat fajar ketika berdiri di Puncak Suroloyo, buykit tertinggi di Pegunungan Menoreh yang berada pada 1.091 meter di atas permukaan laut. Untuk menikmatinya, anda harus melewati jalan berkelok tajam serta menakhlukkan tanjakan yang cukup curam, dan memulai perjalanan setidaknya pada pukul 2 dini hari. Dua jalur bisa dipilih, pertama rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang dan kedua rute Jalan Magelang - Pasar Muntilan - Kalibawang. Rute pertama lebih baik dipilih karena akan membawa anda lebih cepat sampai. Tentu anda mesti berada dalam kondisi fisik prima, demikian juga kendaraan yang mesti berisi bahan bakar penuh serta bila perlu membawa ban cadangan.

Setelah berjalan kurang lebih 40 km, anda akan menemui papan penunjuk ke arah Sendang Sono. Anda bisa berbelok ke kiri untuk menuju Puncak Suroloyo, namun disarankan anda berjalan terus dahulu sejauh 500 meter hingga menemui pertigaan kecil dan berbelok ke kiri karena jalannya lebih halus. Dari situ, anda masih harus menanjak lagi sejauh 15 km untuk menuju Puncak Suroloyo. Sebuah perjalanan yang melelahkan memang, namun terbayar dengan keindahan pemandangan yang dapat dilihat.

Pertanda anda telah sampai di bukit Suroloyo adalah terlihatnya tiga buah gardu pandang yang juga dikenal dengan istilah pertapaan, yang masing-masing bernama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Suroloyo adalah pertapaan yang pertama kali dijumpai, bisa dijangkau dengan berjalan kaki menaiki 286 anak tangga dengan kemiringan 300 - 600. Dari puncak, anda bisa melihat Candi Borobudur dengan lebih jelas, Gunung Merapi dan Merbabu, serta pemandangan kota Magelang bila kabut tak menutupi.

Pertapaan Suroloyo merupakan yang paling legendaris. Menurut cerita, di pertapaan inilah Raden Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya. Dalam kitab Cabolek karya Ngabehi Yosodipuro yang ditulis pada abad 18, Sultan Agung mendapat dua wangsit, pertama bahwa ia akan menjadi penguasa tanah Jawa sehingga mendorongnya berjalan ke arah barat Kotagede hingga sampai di Pegunungan Menoreh, keduia bahwa ia harus melakuykan tapa kesatrian agar bisa menjadi penguasa.

Menuju pertapaan lain, anda akan melihat pemandangan yang berbeda pula. Di puncak Sariloyo yang terletak 200 meter barat pertapaan Suroloyo, anda akan melihat Gunung Sumbing dan Sindoro dengan lebih jelas. Sebelum mencapai pertapaan itu, anda bisa melihat tugu pembatas propinsi DIY dengan Jawa Tengah yang berdiri di tanah datar Tegal Kepanasan. Dari pertapaan Sariloyo, bila berjalan 250 meter dan naik ke pertapaan Kaendran, anda akan dapat melihat pemandangan kota Kulon Progo dan keindahan panati Glagah.

Usai melihat pemandangan di ketiga pertapaan, anda bisa berkeliling wilayah Puncak Suroloyo dan melihat aktivitas penduduk di pagi hari. Biasanya, mulai sekitar pukul 5 pagi penduduk sudah berangkat ke sawah sambil menghisap rokok linting. Bila anda berjalan di dekat para penduduk itu, aroma sedap kemenyan akan menyapa indra penciuman sebab kebanyakan pria yang merokok mencampur tembakau linting dengan kemenyan untuk menyedapkan aroma.

Selain memiliki pemandangan yang mengagumkan, Puncak Suroloyo juga menyimpan mitos. Puncak ini diyakini sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa. Dengan mitos, sejarah beserta pemandangan alamnya, tentu tempat ini sangat tepat untuk dikunjungi pada hari pertama di tahun baru.

Selengkapnya...

Pengikut